Disable Preloader

Awal berdiri nya INDONESIA KIJANG CLUB

Singkat cerita, di Jakarta ada sekelompok anak muda pemilik Toyota Kijang yang punya impian, sering kongkow-kongkow bareng. Mereka berasal dari kawasan Selatan Jakarta. Lantas mereka sepakat untuk menamakan kelompok ini AICA (All Independent Kijang Association).

Mobil boleh sama, tapi isi kepala siapa tahu? Aturan yang dulu disepakati lama-lama dinilai terlalu membebani anggota. Hal inilah ihwal perpecahan AICA. Persyaratan njelimet bikin klub tidak solid. Maklum saja, syarat terintegrasi dengan AICA cukup membuat pemilik Kijang geleng-geleng kepala. Contohnya, harus memiliki Kijang lansiran 1990 ke atas, diwajibkan memakai pelek berdiameter besar (di atas ring 16`), `Disamping arah tujuan klub dinilai sebagian anggota tidak jelas,` urai Amin.

Beberapa anggota akhirnya melepaskan diri dari AICA, dan berupaya membentuk klub yang dapat menampung aspirasi seluruh anggota dan semua varian Kijang. Setelah keluar dari AICA, ada lima anak muda merasa gelisah, kok populasi Kijang yang besar belum ada satu pun organisasi yang menyatukannya? Dengan tekad baja, akhirnya lambat laun teman-teman sealiran ikut bergabung. Dan mereka yang melepaskan diri inilah sebagai penggagas awal berdirinya IKC. Mereka yang keluar berupaya keras membangun IKC.

Episode berikutnya, IKC resmi berdiri 19 Juli 1998 di Jakarta. Awal berdiri anggota baru 10 orang/mobil. Dari 10 orang, 5 diantaranya adalah sebagai pemrakarsa sekaligus motor penggerak berdirinya IKC. Kelima orang ini dulunya adalah mantan anggota AICA.

Saat itu jumlahnya mencapai 10, diputuskan nama awal klub adalah IKC. Nama IKC dipilih supaya organisasi ini lebih menasional. Artinya nama IKC dapat dipakai di seluruh daerah, agar anggotanya berasal dari seluruh daerah.

Tujuan terbentuknya IKC, tambah Amin, mempererat tali persaudaraan sesama pemakai Kijang khususnya di Jakarta, selain mempertegas arah tujuan pendirian klub tentunya.

Dalam perkembangannya, IKC Jakarta mencatatkan diri sebagai komunitas Kijang yang paling banyak anggotanya, yakni mencapai 150 mobil/orang, belum termasuk para kru. Yang dimaksud kru, menurut Amin, adalah anggota yang pernah memiliki Kijang lalu menjualnya ke orang lain, dan mereka yang tidak memiliki tunggangan tapi turut pula bergabung.

Seiring perjalanan waktu, jumlah anggota IKC telah mengalami pemulihan, karena ada anggota yang keluar dan ada yang masuk. Kini, total anggota berjumlah kurang lebih 50 orang. Angka tersebut belum termasuk simpatisan atau kru.

Dewasa ini IKC telah melebarkan sayap hingga ke Bali. Sayap pertama di buka di Bandung pada 13 April 2001. Jumlah IKC cabang Bandung sekitar 15 orang. Setelah IKC Bandung dan beberapa kota lainnya resmi terbentuk, menyusul kemudian Bali dan beberapa kota lain di Jawa.